Amerika Barat Capai Rekor Suhu Terdingin

Amerika Barat Capai Rekor Suhu Terdingin

Amerika Barat Capai Rekor Suhu Terdingin – Pada awal tahun 2019 beberapa bagian Amerika mengalami cuaca ekstrem yang sangat parah. Suhu dingin yang telah mencapai rekor tertinggi yang terjadi pada Mei 2019 itu pun meluas hingga pada Amerika Barat tengah serta Pantai Timur. Cuaca dingin yang ekstrem tersebut terjadi setelah adanya badai yang menyerang pesisir Atlantik. Badai tersebut membawa angin kencang yang disertai dengan salju tebal. Selain itu di pesisir Atlantik juga dilanda banjir es.

Akibat kejadian tersebut suhu pun berubah menjadi sangat dingin. Suhu yang berada disekitar 25 kota utama yang ada di Amerika Serikat bahkan merosot hingga menyentuh -40 derajat celcius. Cuaca ekstrem yang menyebabkan perubahan suhu yang sangat drastis ini bukan hanya akan membuat ketidaknyamanan saja, akan tetapi juga dapat menjadi malapetaka. Tak hanya manusia saja yang akan merasa tidak nyaman, hewan-heman pun akan tidak terbiasa dengan suhu yang sangat dingin tersebut.

Para penduduk yang berada di Kota Miami pun dikagetkan dengan iguana yang terjatuh dari atas pohon saat kejadian ini berlangsung. Menurut ahli biologi, iguana tersebut tidak terbiasa dengan cuaca bersuhu rendah sehingga membuat salah satu jenis reptil tersebut tertidur pada saat musim dingin tiba. Namun hewan-hewan yang berjatuhan dari atas pohon tersebut tidak mati hanya sedang tertidur saja. Sehingga para penduduk diimbau untuk tidak mengganggu semua hewan yang terjatuh dari atas pohon karena jika dibangunkan dengan sengaja mereka akan menjadi lebih agresif.

Badai yang melanda di sepanjang Pantai Atlantik dari California hingga Kanada diakibatkan oleh turunnya tekanan udara yang terjadi secara tiba-tiba. Sehingga keadaan darurat disuarakan dan jutaan orang pun diperingatkan bahwa badai salju akan melanda kota mereka. Dengan terjadinya badai ini membuat banyak pihak yang mengalami kerugian karena aktivitas yang terpaksa harus dihentikan.

Ketika negara-negara yang ada di sepanjang Pantai Atlantik dilanda badai, kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, kantor agen judi bola terpaksa harus ditutup selama keadaan darurat tersebut berlangsung, ribuan jadwal penerbangan dibatalkan, serta terjadi pemadaman listrik. Ketika cuaca ekstrem ini terjadi para petugas darurat diturunkan untuk menyelamatkan pengendara yang terjebak ditengah-tengah badai salju. Banyak sekali mobil yang tidak bisa bergerak karena tebalnya salju kala itu.

Cuaca ektrem yang disertai angin kencang yang mendorong air laut membuat es tumpah ke jalan-jalan kota yang berada di dekat pantai. Kejadian mengerikan ini pun menelan korban jiwa. Sekitar 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan Mei lalu ini. Fenomena cuaca ekstrem ini capai rekor cuaca ekstrem dengan suhu terendah yang sangat mematikan. Karena sebelumnya Amerika Serikat belum pernah capai -40 derajat celcius untuk suhu terdingin.

[wpspw_post show_full_content=”true”]