Pertengahan 2019 Amerika Dilanda Cuaca Panas yang Ekstrem

Pertengahan 2019 Amerika Dilanda Cuaca Panas yang Ekstrem

Pertengahan 2019 Amerika Dilanda Cuaca Panas yang Ekstrem – Hampir 150 juta jiwa terkena dampak dari gelombang panas di Amerika Serikat. beberapa wilayah yang mengalami gelombang panas di Amerika Serikat di antaranya adalah New York, Washington DC, dan Philadelphia. Cuaca panas yang dialami oleh beberapa wilayah di Amerika Serikat tersebut mencapai 38 derajat celcius atau sekitar 100 derajat fahrenheit.

Gelombang panas tersebut terjadi mulai dari daratan Midwestern hingga ke pantai Atlantik. National Weather Service (NWS) Amerika Serikat menyebutkan bahwa nilai indeks panas yang merupakan gabungan dari efek panas serta kelembaban udara di 3 wilayar tersebut mencapai 110 sampai 115 derajat Fahrenheit. Tentu saja suhu udara dan kelembaban yang tinggi tersebut dapat mengakibatkan peningkatan stress.

Ketika cuaca panas yang ekstrem ini terjadi pada pertengahan tahun 2019 ini melanda beberapa wilayah Amerika Serikat para penduduk diimbau untuk tetap terhidrasi dan meningkat pengawasan terhadap orang-orang sakit serta orang tua. Selain itu para penduduk juga diimbau untuk tidak meninggalkan anak atau hewan peliharaan di dalam mobil tanpa terawasi karena akan berakibat fatal untuk keselamatan.

Gelombang panas yang melanda Amerika Serikat tersebut pun telah menelan korban jiwa. Salah satunya adalah mantan pemain NFL Mitch Pertrus yang dikabarkan telah meninggal dunia akibat gelombang panas ini ketika dirinya bekerja di luar ruangan. Akibatnya pemain NFL berusia 32 tahun tersebut pun mengalami stroke akibat gelombang panas tersebut.

Mid-2019 America Was Hit by Extreme Hot Weather

Bill de Blasio yang merupakan walikota New York pun merilis pernyataan darurat panas karena suhu udara saat itu benar-benar berbahaya. Selain itu, salah satu kegiatan olahraga tahunan Triathon yang telah diadakan sejak tahun 2001 terpaksa harus dibatalkan kerena tingginya gelombang panas yang dapat berakibat fatal bagi para peserta yang mengikuti ajang olahraga tersebut. setidaknya 4.000 peserta Triathlon gagal mengikuti kompetisi sehingga membuat panitia mengembalikan uang yang telah masuk secara penuh. Panitia pun harus mengembalikan USD 399 secara kepada setiap peserta akibat batalnya pagelaran olahraga bergengsi tersebut.

Tak hanya Triathlon saja yang terpaksa harus dibatalkan. Beberapa kegiatan lain yang dilakukan diluar ruangan pun terpaksa harus dibatalkan. Kegiatan lain yang batal digelar akibat gelombang panas yang melanda Amerika Serikat ini diantaranya adalah Ozy Fest dan konser musik jazz. Pembatalan dilakukan untuk membuat semua orang tetap aman di dalam rumah karena gelombang panas menjadi sesuatu peristiwa yang sangat mematikan.

Untuk membantu penduduk yang mengalami cuaca panas yang sangat ekstrem, di New York disediakan 500 pusat pendingin yang terbuka untuk umum. Tujuan dibukanya pusat pendingin ini agar para penduduk merasa nyaman dan tidak merasa kepanasan. Tentu saja suhu 38 derajat celcius akan membuat semua makhluk hidup merasa sangat tidak nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *